Asma adalah gejala kesulitan bernapas, dan bersin-bersin yang disebabkan kejangnya saluran pernapasan. Ini menyebabkan meningkatnya produksi mukus (lendir) dan membengkaknya membran mukus.
Asma membunuh lebih dari 4.000 orang di Amerika setiap tahun. Penelitian klinis menunjukan bahwa THC mempunyai efek Bronchodilator atau memperlebar saluran bronkus, membuka sumbatan saluran udara dan melancarkan pernapasan. Dalam sebuah studi yang dimuat American Review of Respiratory Disease, Vol 1112, tahun 1975, dengan judul "Effect of Smoked Marijuana in Experimentally Induced Asthama" disebutkan bahwa Ganja dapat mengobati kondisi hiperinflasi pada Paru-paru dan Asma yang di picu oleh kelelahan dalam waktu seketika.
Eksperimen untuk menguji efek anti asma dari THC atau Ganja sudah di mulai sejak tahun 1970. Merokok Ganja atau memberikan Ganja dengan cara di makanmemiliki efek bronchodilator yang sama dengan obat-obatan untuk asma seperti Salbutamol dan Insoprenaline. Walaupun THC pada Ganja memiliki khsasiat melegakan saluran pernapasan pada gejala Asma, memakainya dengan cara dirokok tentunya memiliki risiko kesehatan sendiri. Karena itu ilmuwan kesehatan saat ini sedang berusaha membuat alat pengisap semacam Inhaler atau (penguap) zat THC untuk Asma yang tidak menggnakan proses pembakaran.
sumber: Hikayat Pohon Ganja